Pantai Kili-Kili: Tempat Konservasi Penyu di Trenggalek

Pantai ini semula menjadi pembantaian penyu dan kini menjadi tempat konservasi penyu.

Pesona Terumbu Karang di Karimun Jawa

Tamana Nasional ini menyimpan keindahan bawah laut yang sangat mempesona.

Anggrek Merapi

Pasca-Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan Anggrek endemik ini semakin langkah.

Jamur Tiram Merah

Jamur Tiram Merah ini bisa digunakan untuk obat.

Papilio blumei

Kupu-kupu ini sulit dikembangbiakan karena salah satu kendalanya adalah jenis tanaman inangnya yang spesifik.

01 Januari 2016

7 Spesies Baru Terbaik 2015 di Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan sumber keanekaragaman hayati melimpah yang masih menyimpan spesies baru untuk terus diungkap. Berikut adalah penemuan spesies baru yang dipublikasikan selama tahun 2015:

1. Kepiting Vampir


Kepiting ini sebenarnya merupakan kepiting hias yang sudah 10 tahun diekspor mulai Asia hingga Eropa. Selama 10 tahun tersebut tidak ada yang mengetahui kalau hewan ini adalah spesies baru sampai seorang peniliti dari National University of Singapore yang berhasil mengidentifikasi kalau kepiting ini adalah spesies baru yang belum pernah diidentifikasi. Para peneliti menemukan ada dua jenis baru yakni Geosesarma dennerle dan Geosesarma hagen yang berasal dari Ujung Kulon, Pulau Jawa.

Publikasi Penelitian: https://lkcnhm.nus.edu.sg/nus/images/data/raffles_bulletin_of_zoology/vol63/63rbz003-013.pdf



2. Tikus Hidung Babi



Gabungan Ilmuwan dari Indonesia, Australia dan Amerika Serikat telah menemukan spesies baru yakni tikus hidung babi yang diberi nama ilmiah Hyorhinomys stuempkei. Tikus tersebut ditemukan pada saat  ekspedisi penelitian yang merupakan hasil kerja sama dengan Lousiana State University dan Museum Victoria di pedalaman hutan Sulawesi Tengah. Tikus ini juga merupakan genus baru dengan ciri khas yakni hidung seperti babi.





 3. Lobster Cantik


Lobster dengan nama latin Cherax pulcher ini bentuknya sangat indah. Penunjuk spesies "pulcher" dalam bahasa latin artinya cantik. Spesies baru ini ditemukan di Kepala Burung, Irian Barat, Papua.

Publikasi Penelitian: http://zookeys.pensoft.net/articles.php?id=5220



4. Cicak Pupil Bulat


Awal Riyanto yang merupakan Peneliti dan sekaligus ahli herpetofauna dari LIPI menemukan spesies baru yakni cicak dengan pupil bulat di Lampung. Spesies baru ini diberi nama Cnemaspis rajabasa.





5.Katak Seblat


Para ahli Herprtolog, Dr. Amir Hamidy Ph. D. beserta tim menemukan spesies katak baru dari Sumatra yang diberi nama ilmiah Rhacophorus indonesiensis. Spesies baru ini memiliki bintik warna hitam di bagian ventral tangan, kaki, serta selaput renangnya. Ciri khusus yang membedakan dengan katak pohon adalah, katak ini tidak mempunyai gigi vomer.  Katak pohon ini ditemukan di Taman Nasional Kerinci

Informasi detail silahkan dibaca di: http://www.generasibiologi.com/2015/05/heboh-ditemukan-spesies-katak-baru-dari.html




6. Ngengat Crypto


Ada tiga spesies ngengat baru telah ditemukan oleh para ilmuwan. Spesies baru tersebut adalah Cryptophasa choliki, Cryptophasa kwerbaensis, dan Cryptophasa watungi. Penemuan tersebut menyabar di Indonesia bagian Timur seperti Halmahera, Sulawesi, dan Papua.





7. Amphipod


Spesies baru yang berhasil diungkap adalah hewan dari jenis Crustacea yang ditemukan diantara terumbu karang. Spesies tersebut diberi nama ilimiah Leucothoe eltoni sp. Crustacea ini memilikiukuran yang sangat kecil (7-8 mm) yang ditemukan di terumbu karang di Raja Ampat, Indonesia. Fauna ini bersimbiosis secara mutualisme dengan beberapa invertebrata lain seperti terumbu karang.




17 Oktober 2015

Kumpulan Pustaka Digital Ebook Biologi Terlengkap

Apakah Anda seorang Guru, Dosen, atau Mahasiswa yang sedang membutuhkan Literatur Buku Biologi?


Generasi Biologi memiliki sebuah pustaka digital yang berisi buku elektronik biologi terlengkap. Buku ini sangat cocok untuk Anda yang membutuhkan literatur mengenai seluk beluk biologi beserta cabang-cabang biologi dan aplikasinya.

Ebook biology yang sudah kami koleksi mencapai 800 buku biologi dengan kapasitas sekitar 15 GB. Buku elektronik atau ebook biologi ini berisi mengenai biologi beserta aplikasinya yang sudah tersimpan secara sistematis meliputi:


  1. Anatomi Hewan
  2. Anatomi Tumbuhan
  3. Fisiologi Hewan
  4. Fisiologi Tumbuhan
  5. Botani
  6. Zoologi
  7. Taksonomi
  8. Biologi Umum
  9. Genetika
  10. Biologi Sel
  11. Biokimia
  12. Ekologi
  13. Laboratorium
  14. Kedokteran
  15. Bioinformatika
  16. Biokimia
  17. Biologi Molekular
  18. Mikrobiologi
  19. Virologi
  20. Mikologi
  21. Biologi Kelautan
  22. Biostatistika
  23. Bioteknologi
  24. Evolusi
  25. Farmasi
  26. dan masih banyak lagi...




Gambar di atas adalah salah satu ebook yang kami cetak. Itu baru empat buku dan kami memiliki lebih dari 800 buku biologi yang bisa anda koleksi untuk menambah literatur kepustakaan Anda.

Bagaimana Mendapatkan Buku ini?
kumpulan ebook ini kami jual dengan dua bentuk yakni FLASDISK dan DVD.

Harga ebook dalam bentuk Flasdisk = $40 atau 350.000 rupiah.
Harga ebook dalam bentuk DVD = $30 atau 250.000 rupiah.

GRATIS ONGKOS KIRIM SELURUH INDONESIA

Cara Pemesanan:
Ketik: Nama[spasi]ebook[spasi]bentuk media
Contoh: Anton ebook flasdisk

Silahkan kirim pesan Anda ke: 085743497216 


More Info:
Silahkan layangkan email ke: info@generasibiologi.com

12 September 2015

Spesies Baru: 3 Spesies Ngengat Baru dari Indonesia Timur


Berita penemuan spesies baru kali ini berasal dari Indonesia Timur yakni Sulawesi Utara, Halhamera, dan Papua. Tiga jenis ngengat baru telah dideskripsikan oleh para tiga ilmuwan sebagai jenis baru. Spesies baru tersebut adalah Cryptophasa choliki, Cryptophasa kwerbaensis, dan Cryptophasa watungi. Masing-masing spesies dibedakan berdasarakan karakter genitalnya pada saat dewasa.


Berikut adalah gambar spesies baru tersebut beserta keterangannya:


Ngengat dengan nama ilmiah C. choliki adalah jenis baru yang ditemukan oleh Endang Cholik & Awit Suwito pada tahun 2010 di Halhamera. Ngengat ini termasuk endemik di wilayah tersebut. Karakter fauna ini memiliki warna putih seperti kapas dengan bintik hitam dua buah di bagian tengah sayap serta beberapa bintik hitam pada tepi sayap bagian depan. Ngengat ini masih belum diketahui inangnya. Nama spesies ini didedikasikan kepada kolektor tersebut yakni Endang Cholik.




Ngengat C. kwerbaensis ini ditemukan oleh Hari Sutrinso pada bulan November 2011 di Kwerba, Kaki Gunung Foja, Papua. Karakter hewan ini yakni memiliki warna coklat muda dengan bintik hitam pada bagian tengah dan beberapa bintik hitam pada tepi sayap depannya. Sayap jenis ini tidak memiliki sisik kecuali di bagian pangkal sayap bagian depan. Hewan ini merupakan endemik papua serta belum diketahui jenis inangnya. Pemberian nama spesies ini didasarkan dari tempat ditemukan hewan tersebut di Kwerba.




C. watungi merupakan jenis baru ngengat yang ditemukan di Sulawesi Utara. Hewan ini merupakan spesies endemik yang menyerang tanaman cengkeh di Sulawesi Utara. Hewan ini ditemukan oleh Jackson F. Watung pada bulan November 2014 dan dia berhasil memelihara hewan ini mulai dari ulat hingga imago (dewasa). Hewan ini ditetapkan sebagai Type Specimen. Karakternya yakni pada spesies betina memiliki warna coklat muda (krem) dengan bintik hitam pada bagian sayap depan. Nama hewan ini didedikasikan untuk JF Watung sebagai kolektornya.

Referensi:
Sutrisno, H., Watung, J.F. & Suwito, A. 2015. Discovery of Cryptophasa Lewin, 1805 (Lepidoptera: Xyloryctidae) from Indonesia with the descriptions of three new species. Zootaxa 3944 (1): 122-132.

Penulis:
Mh Badrut Tamam
email: mh.badruttamam@generasibiologi.com

11 September 2015

Spesies Baru: Udang Crustacea Jenis Baru dari Raja Ampat


Keindahan Raja Ampat di Papua ternyata menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Salah satu temuan spesies baru yang berhasil diungkap adalah hewan dari jenis Crustacea yang ditemukan diantara terumbu karang. Spesies tersebut diberi nama ilimiah Leucothoe eltoni sp.

Sang penemu adalah James Darwin Thomas, professor yang berasal dari Halmos College of Natural Sciences and Oceanography di Florida. Dia memberi nama "Elton" karena nama tersebut berasal dari nama musisi Elton John dari Inggris. Nama tersebut terinspirasi karena kebiasaannya mendengarkan musik-musik Elton ketika bekerja di Laboratorium.

Crustacea ini memilikiukuran yang sangat kecil (7-8 mm) yang ditemukan di terumbu karang di Raja Ampat, Indonesia. Fauna ini bersimbiosis secara mutualisme dengan beberapa invertebrata lain seperti terumbu karang dan kelompok Tunicata yakni Herdmania dan Polycarpa sp. Beberapa juga ditemukan ketika bersimbiosis dengan kerang Pteria penguin dan hewan spons seperti Callyspongia.

Dalam penemuan ini, keberadaan Leucothoe eltoni memberikan informasi bahwa mahluk kecil ini merupakan indikator bahwa terumbu karang di Raja Ampat masih bagus. Selain di Raja Ampat, hewan ini juga ditemukan di Laut Halhamera dan Laut Sulawesi.


Referensi Jurnal:
Thomas JD. 2105. Leucothoe eltoni sp. n., a new species of commensal leucothoid amphipod from coral reefs in Raja Ampat, Indonesia (Crustacea, Amphipoda). ZooKeys 518: 51-66; doi: 10.3897/zookeys.518.9340.

Link Jurnal: http://zookeys.pensoft.net/articles.php?id=5969

Penulis:
Mh. Badrut Tamam
email: mh.badruttamam@generasibiologi.com


Spesies Baru: Penemuan Cicak Pupil Bulat di Lampung

Gambar 1. Cicak Cnemaspis rajabasa.

Peneliti dan sekaligus ahli herpetofauna dari LIPI yakni Awal Riyanto baru-baru ini menemukan spesies cicak dengan pupil bulat di Lampung. Spesies baru ini diberi nama Cnemaspis rajabasa (Gambar 1) yang sesuai dengan tempat ditemukannya spesies tersebut. Lokasi penemuan spesies baru tersebut berada di Sungai Tajur, Gunung Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sumatra, Indonesia dengan koordinat 5°48’29’’Lintang Selatan, 105°37’37’’ Bujur Timur (Gambar 2).

Gambar 2. Sungai Tajur, tempat penemuan spesies C.rajabasa.
Cnemaspis rajabasa memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan dengan  genus Cnemaspis yang lain seperti memiliki ukuran hingga 58,7 mm saat desawa; sisik bibir bawah (infralabial) 11 atau 12; sisik perut dengan bentuk tricarinate dan memiliki pori di prekloaka. Ciri-ciri lebih detail bisa dilihat di tabel di bawah ini!


Cicak dari genus Cnemaspis jarang di jumpai di Indonesia. Kebanyakan dijumpai di Vietnam, Laos, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, serta pulau-pulau di Semenanjung Malaysia (Gambar 3). Dengan demikian, penemuan Cnemaspis rajabasa merupakan hal yang sangat penting untuk menambah biodiversitas di Indonesia.


Gambar 3. Distribusi penyebaran cicak genus Cnemaspis.

Penemuan ini menambah khazanah pengetahuan baru mengenai distribusi Cnemaspis ke arah barat dan selatan. Disamping itu, masih perlu diteliti apakah cicak tersebut apakah ada kemungkinan biogeografinya hingga ke Pulau Jawa.


Klasifikasi:

Kingdom: Animalia
      Phylum: Chordata
          Subphylum: Vertebrata
               Class: Sauropsida
                    Superorder: Lepidosauria
                        Order: Squamata
                            Suborder: Scleroglossa
                                Family: Gekkonidae
                                     Genus: Cnemaspis
                                           Species: C. rajabasa


Referensi:
Amarasinghe, A.A. Thasun; Michael B. Harvey, Awal Riyanto, and Eric N. Smith 2015. A New Species of Cnemaspis (Reptilia: Gekkonidae) from Sumatra, Indonesia Herpetologica Jun 2015, Vol. 71, No. 2: 160-167.

Penulis:
Mh Badrut Tamam
email: mh.badruttamam@generasibiologi.com

06 September 2015

Indonesia Surga Antioksidan

Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa melimpah tak terkecuali biodiversitasnya. Negeri dengan julukan Zamrud Katulistiwa ini memesona bangsa-bangsa lain sehingga iri akan kekayaan negeri ini. Kekayaan surgawi inilah yang menjadikan Indonesia menjadi pusat perhatian para saintis mulai dari bidang kedokteran, farmasi, biologi, kelautan, dan masih banyak lagi.

Kekayaan yang perlu kita ketahui adalah bahwa Indonesia merupakan gudang penghasil makanan dengan antioksidan paling tinggi di dunia. Apa itu antioksidan? Antioksidan adalah zat mampu mentralisir radikal bebas yang bisa merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas itu bisa bersumber dari zat pencemar bahkan bisa dihasilkan oleh tubuh sendiri (Stress Oksidatif).




Makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti rempah, sayur, dan buah sangat diperlukan oleh tubuh kita terhadap kecaman radikal bebas yang ada di lingkungan sekitar kita. Antioksidan dalam suatu bahan makanan dapat dianalisis nilai antioksidannya yang dikenal dengan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). 

Nilai ORAC suatu bahan uji dapat menentukan potensi manfaat dari bahan uji tersebut, misal untuk kebutuhan farmasi, anti-aging, stamina, dan lain-lain. Lembaga USDA (US Department of Agriculture) mendata nilai ORAC suatu bahan uji di seluruh dunia. Hasilnya Top 100 dari daftar bahan uji ternyata banyak sekali yang ada di Indonesia (Klik Disini). Bahkan urutan pertama dari daftar tersebut adalah tanaman asli Indonesia. Berikut daftarnya:



Dari grafik diatas dapat kita lihat bahwa tanaman dengan nilai antioksidan tertinggi adalah cengkeh (cloves). Tanaman cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia. Selain cengkeh, tanaman yang sering kita jumpai adalah kayu manis (cinnamon), temulawak (turmeric), dan Kakao.

Bersyukurlah kita ada di Indonesia yang dianugerahi dengan berlimpahnya tanaman dengan nilai antioksidan yang tinggi.