Pantai Kili-Kili: Tempat Konservasi Penyu di Trenggalek

Pantai ini semula menjadi pembantaian penyu dan kini menjadi tempat konservasi penyu.

Pesona Terumbu Karang di Karimun Jawa

Tamana Nasional ini menyimpan keindahan bawah laut yang sangat mempesona.

Anggrek Merapi

Pasca-Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan Anggrek endemik ini semakin langkah.

Jamur Tiram Merah

Jamur Tiram Merah ini bisa digunakan untuk obat.

Papilio blumei

Kupu-kupu ini sulit dikembangbiakan karena salah satu kendalanya adalah jenis tanaman inangnya yang spesifik.

21 November 2014

Referensi Buku Biologi Lengkap


resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,

Pernahkah Anda kesulitan mencari referensi buku biologi internasional? Kini saatnya Anda tak perlu khawatir karena kami menyediakan kumpulan buku biologi atau ebook biologi. Anda tak perlu susah payah untuk donwlod ebook biologi. Kini Anda bisa mendapatkannya secara lengkap mulai dari biologi umum hingga cabang-cabangnya. Anda bisa menggunakannya untuk pustaka digital pribadi Anda.

Kumpulan buku ini sangat cocok untuk Anda seorang mahasiswa, dosen, peneliti, apoteker, dokter, atau yang melakukan riset maupun tugas akhir serta semuanya yang berkecimpung dalam dunia biologi dan cabangnya.

resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,  resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,
resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,  resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,
resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis, resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,


Ebook ini kami tawarkan dengan harga yang cukup murah, yakni:
  1. Paket A: Harga 250.000,- (eBook dikemas dalam DVD)
  2. Paket B: Harga 350.000,- (eBook dikemas dalam Flasdisk)

Ebook tersebut akan kami kirim ke alamat sesuai dengan pemesan.

Apakah eBook biologi ini mahal? 
Buku ini SANGAT MURAH. Coba Anda beli buku Campbell 3 jilid harganya lebih dari 600.000,- dan jika Anda beli SATU BUKU berupa file ebook di amazaon sudah berapa puluh dollar yang harus Anda keluarkan. Sementara dalam paket ebook ini ada 800 ebook termasuk buku Campbell Edisi 7, 8, dan 9.

Untuk Informasi Pemesanan Silahkan Menghubungi:
Generasi Biologi
HP: 085743497216 
PIN BB: 3305DCE0

20 November 2014

Kumpulan 800 Buku Biologi


resensi buku biologi, buku biologi smp, buku biologi pdf, buku biologi sel, buku biologi campbell, buku biologi kelas xii, buku biologi kelas 10, buku biologi erlangga, buku biologi kelas 11, buku biologi kelas 12, daftar pustaka buku biologi, buku olimpiade biologi, buku biologi kelas 8, buku elektronik biologi, buku ipa biologi, Biologi Download, download ebook gratis, download gratis ebook, ebook biologi, gratis download ebook, ebook download gratis,

Buku biologi elektronik yang dikenal dengan ebook biologi memang banyak dicari. Anda bisa mendownload ebook biologi gratis di web ini. Tentu yang dibagikan disini tidak semuanya karna membutuhkan waktu upload yang cukup lama. Kini Anda bisa mendapatkan buku biologi tersebut dengan memesannya di Generasi Biologi. Jumlahnya lebih dari 800 ebook mulai dari biologi umum dan cabang-cabangnya seperti botani, anatomi, kedokteran, ekologi, genetika, protokol laboratorium, biostatistika, bioinformatika, biokimia, biofisika, mikrobiologi, virologi, fisiologi, pertanian dan lainnya. Kumpulan ini bisa Anda gunakan sebagai perpustakaan digital pribadi Anda.

Kumpulan buku ini sangat cocok untuk Anda seorang mahasiswa, dosen, peneliti, apoteker, dokter, atau yang melakukan riset maupun tugas akhir serta semuanya yang berkecimpung dalam dunia biologi dan cabangnya.

Ebook ini kami tawarkan dengan harga yang cukup murah, yakni:
  1. Paket A: Harga 250.000,- (eBook dikemas dalam DVD)
  2. Paket B: Harga 350.000,- (eBook dikemas dalam Flasdisk)

Ebook tersebut akan kami kirim ke alamat sesuai dengan pemesan.

Apakah eBook biologi ini mahal? 
Buku ini SANGAT MURAH. Coba Anda beli buku Campbell 3 jilid harganya lebih dari 600.000,- dan jika Anda beli SATU BUKU berupa file ebook di amazaon sudah berapa puluh dollar yang harus Anda keluarkan. Sementara dalam paket ebook ini ada 800 ebook termasuk buku Campbell Edisi 7, 8, dan 9.

Untuk Informasi Pemesanan Silahkan Menghubungi:
Generasi Biologi
HP: 085743497216 
PIN BB: 3305DCE0

17 November 2014

Mengintip Cara Kerja Proyek Connectome



Bagaimana sih cara kerja proyek connectome? Bagi sahabat yang belum mengerti proyek connectome silakan dibaca ulasannya sebelumnya [Disini]. Proyek Connectome yang bertujuan untuk memetakan koneksi otak manusia bisa yang diibaratkan kita menggunakan peta melalui Google Earth. Secara Cartography, pengamatan untuk melihat bumi dan otak manusia telah mengalami sebuah revolusi. Saat ini, dengan Google Earth kita bisa mengetahui posisi rumah kita, sekolah, kampus, dan tempat yang kita inginkan dengan mencarinya di Google Earth. Nah, begitu juga dengan otak kita yang ketika sudah dipetakan nantinya akan memudahkan koneksi otak manakah yang akan dicari. Dengan adanya proyek ini, maka cara kerja sirkuit otak yang dipetakan akan mempermudah untuk mempelajari sintem kerja konektivitas otak kita. Misalnya ketika kita lagi senang, gembira, sedih, galau, dan lain-lain. Ketika data pemetaan otak sudah dipetakan dan dimasukkan dalam database, maka para ilmuwan akan lebih mudah mencari navigasi otak kita. Keren kan? 

Cartography Bumi (kiri) dan otak (kanan). Klik gambar untuk memperbesar!

Lantas bagaimana caranya otak manusia dipetakan? apa pake koordinat kayak bumi juga? Cara kerja pemtaan koneksi otak diilustrasikan dalam gambar di bawah ini sesuai dengan urutannya. Pertama, untuk mengetahui struktur dan fungsi otak, maka alur dimulai dari men-scan otak dengan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) beresolusi tinggi. Kemudia untuk urutan kedua adalah menentukan fungsi koneksi otak di daerah tertentu yang disebut voxel. Adapun untuk poin ketiga bertujuan untuk menentukan struktur koneksi otak. Setelah dilakukan penentuan struktur dan fungsi otak, maka langkah keempat yakni menentukan aktivitas otak dengan menggunakan korelasi antara waktu dan daerah tertentu di otak dengan bentuk matriks. Langkah kelima, matrik bisa ditampilkan dalam bentuk binary yang bentuknya semacam barcode. Untuk langkah keenam, bisa langsung dari langkah keempat atau langkah kelima yang bertujuan untuk menentukan jaringan koneksi di otak dalam jalinan antar koneksi otak satu dengan lainnya.

Cara kerja pemetaan koneksi otak manusia

Coba perhatikan langkah kelima yang bentuknya seperti barcode, dari ilustrasi tersebut digunakan data statistik jaringan yang membentuk cluster voxel yang nantinya diinterpretasikan dalam bentuk jaringan koneski yang disebut diffusion-weighted MRI (DWI) yang bentuknya seperti serat yang saling terhubung di wilayah otak.


Ilustrasi cluster voxel yang diinterpretasikan dalam bentuk konektivitas di otak


Penggambaran DWI tersebut memiliki evolusi bentuk seiring dengan berkembangnya teknologi yang disajikan dalam gambar di bawah. Dengan penggunaan tekonologi yang terbaru, maka bentuk serabut koneksi otak memiliki bentuk yang indah seperti jalinan dengan cita rasa seni alam yang baru ditemukan oleh umat manusia.




Berikut adalah contoh hasil pemetaan koneksi otak dengan menggunankan metode Tractography yang secara komputer menghitung jalur yang melewati tiap jaringan koneksi otak. Adapun untuk meilihat galeri koneksi otak manusia silahkan anda kunjungi [DISINI]

16 November 2014

Respon Pembungaan pada Tanaman akibat Pengaruh Pemanasan Global

Isu lingkungan saat ini merupakan salah satu topik yang banyak dikaji oleh para peneliti. Salah satu contoh isu lingkungan yang bersifat global yakni masalah pencemaran udara yang menyababkan adanya peristiwa pemanasan global. Pemanasan global merupakan peristiwa adanya peningkatan temperatur rata-rata pada bumi. Faktor penyebabnya adalah terjadi akumulasi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida, metana, dan lain-lain yang menyebabkan radiasi infra merah sinar matahari terjebab di lapisan troposfer (Viola et al., 20110). Peningkatan temperatur akibat pemanasan global tersebut dapat menyebabkan proses perubahan adaptasi maupun fisiolgi pada tanaman. Salah satu efek yang terjadi yakni adanya perubahan-perubahan pada proses reproduksi tanaman pada fase generatif seperti proses pembungaan pada tanaman (Hedhly et al., 2008). Proses-proses perubahan adaptasi pembungaan tersebut merupakan topik pembahasan dalam penulisan makalah ini.

Pembungaan dan Pemanasan Global
Peristiwa pemanasan global yang diakibatkan adanya perubahan temperatur dapat mempengaruhi berbagai aspek. Perubahan temperatur akibat pemanasan global telah tercatat semenjak tahun 1855 hingga saat ini (Gambar 1). Perubahan tersebut mempengaruhi pola perubahan iklim global yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi proses fisiologi tanaman (Alexiadis, 2007).

Gambar 1. Perubahan temperatur rata-rata global (Alexiadis, 2007).
Kenaikan temperatur juga dapat berpengaruh terhadap proses mencairnya salju. Dalam hal ini, akan dibahas mengenai pengaruh mencairnya salju terhadap fenologi pembungaan pada tumbuhan alpin yang terdapat di Jepang oleh Kudo dan Hirao (2006). Penelitian difokuskan di pegunungan Taisetsu yang terletak di Hokkaido Jepang Utara. Berdasarkan data selama 17 tahun terakhir menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pencairan salju yang diakibatkan oleh pemanasan global yang menyebabkan pola pembungaan pada tumbuhan alpin berubah.

Selain itu, kajian mengenahi efek peningkatan temperatur terhadap pembungaan tanaman Primula malacoides juga diteliti oleh Karlsson & Werner (2002). Tanaman ini ditumbuhkan pada suhu antara 16 ºC  atau 20ºC dengan kombinasi hari pendek (8 jam) dan hari panjang (16 jam). Tanaman yang ditumbuhkan dari biji dengan suhu 16 ºC mulai muncul kuncup bunga pada umur 30 hari sedangkan tanaman yang ditumbuhkan pada suhu 20 ºC mulai nampak kuncup bunga pada umur 48 hari. Tanaman pada suhu 16 ºC kemudian berbunga pada umur 56 – 64 hari sedangkan tanaman pada suhu 20 ºC mulai berbunga pada umur 73 – 87 hari. Dari data tersebut pola perubahan temperatur ternyata mempengaruhi proses pembungaan pada tanaman selain faktor lama penyinaran.

Adapun penelitian yang menjelaskan pengaruh perubahan temperatur pada setiap musim juga dapat dijelaskan oleh penelitian yang dilakukan oleh Kozarewa et al. (2010) terhadap tanaman Prunus armeniaca L. seperti pada Gambar 2. Dalam gambar tersebut dijelaskan melalui skema fenologi yang diregulasi oleh lama penyinaran dan temperatur mulai dari musim dingin hingga musim panas. Dalam gambar tersebut, perubahan atau transisi temperatur ditandai dengan garis putus-putus. Regulasi juga dipengaruhi oleh fitokrom A (PHYA) yang mendeteksi panjang hari yang akan meregulasi gen pembungaan (FT). Fitkrom tersebut akan merespon proses pembungaan berdasarkan lama penyinaran serta temperatur akibat perubahan musim (Campoy & Egea, 2011).

Gambar 2. Skema regulasi tahapan fenologi.


Stres temperatur selama proses pembungaan akan mempengaruhi produktivitas tanaman. Hal ini dikarenakan bunga merupakan organ yang akan berkembang menjadi buah. Fluktuasi perubahan suhu dapat mengakibatkan proses adaptasi pada organ bunga yang menyebabkan organ bunga menjadi kurang produktif. Pada kasus tertentu, stres temperatur dapat menyebabkan serbuk sari menjadi steril atau terjadi anther mengalami dehiscence (pematangan dini) yang dapat menghambat proses fertilisasi. Selain anther, jaringan seperti stigma, stilus, dan ovarium juga dapat mengalami hal yang serupa. Adapun pengaruh temperatur terhadap organ prgan reproduksi bunga dapat dilihat pada Gambar 3. Pada gambar tersebut menjelaskan bahwa temperatur akan mempengaruhi perkembangan organ bunga mulai dari sebelum polinasi, selama polinasi hingga terjadi fertilisasi (Hedhly, 2011).

Gambar 3. Efek temperatur terhadap perkembangan organ bunga (Hedhly, 2011).


Gen PembungaanProses pembungaan tanaman dipengaruhi oleh gen FT (Flowering locus T). Gen ini mampu menginduksi proses pembungaan pada sebagian besar tanaman. Penelitian yang dilakukan oleh Fukuda et al. (2011) yang mengisolasi gen pembungaan (FT) pada tanaman selada (Lactuca sativa) dan kemudian mengkarakterisasi fungsinya menunjukkan bahwa gen tersebut dipengaruhi oleh temperatur. Gen tersebut mulai aktif pada ketika diinduksi oleh peningkatan suhu. Pengaruh yang dihasilkan yakni berupa banyaknya mRNA dari gen FT ketika diberi pengaruh suhu. Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa mRNA tersebut banyak ditemukan pada saat terjadi diferensiasi tunas apikal menjadi bunga. Penelitian tersebut menggunakan selada dan Arabidopsis yang diinsersi dengan gen FT dengan menggunakan promoter 35S agar mengalami over expression (EO). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa promoter 35S yang berasal dari Caulimovirus mampu mengekspresikan gen FT secara berlebihan dan hasil ditunjukkan pada Gambar 5. Gen yang diinsersikan ke selada memilki konstruksi P35::LsFT dan gen yang diinsersikan ke Arabidopsis adalah P35S::AtFT (Gambar 4).

Gambar 4. Konstruski gen P35::LsFT dan P35S::AtFT (Fukuda et al., 2011). 


Gambar 5. Hasil over expression (EO) dari gen FT pada tanaman Arabidopsis dan selada pada perlakuan lama penyinaran (a) hari panjang dan (b) hari pendek (Fukuda et al., 2011).




Kesimpulan
Perubahan temepratur akibat pemanasan global dapat mengakibatkan pola perubahan pada proses pembungaan. Namun proses pembungaan juga dipengaruhi oleh variabel lain seperti fotoperiodisme.

15 November 2014

Efek Temperatur Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi dalam mahluk hidup yang meliputi perubahan ukuran, massa, dan volume. Pertumbuhan dan perkembangan keduanya dipengaruhi oleh adanya variasi respon terhadap perubahan lingkungan baik internal maupun eksternal. Respon internal seperti genetik dan hormonal, sementara respon eksternal seperti adanya, air, nutrisi, media tumbuh, cahaya, kelembaban, perubahan panjang hari dan temperatur (Solomon et al., 2008). 

Pertumbuhan tanaman yang dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti temperatur akan pada umumnya akan menunjukkan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhannya. Setiap tumbuhan memiliki adaptasi terhadap perubahan temperatur seperti tumbuhan tropis yang peka terhadap temperatur tinggi namun tidak peka terhadap temperatur yang mencapai titik beku (Shry & Reiley, 2011).

Pada umumnya pertumbuhan akan semakin meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan temperatur sampai batas 31ºC. Jika tanaman tumbuh pada temperatur lebih dari 31ºC atau 35ºC, maka penurunan aktivitas akan berkurang. Namun beberapa tumbuhan mampu terhadap toleransi suhu yang tinggi. Sementara jika terjadi penurunan suhu, maka terjadi penurunan pertumbuhan dan metabolisme. Bahkan tanaman akan berhenti tumbuh ketika berada pada temperatur beku (Shry & Reiley, 2011).

Efek yang terjadi pada tumbuhan yang berada pada temperatur tinggi adalah terjadinya peningkatan reaksi kimiawi dan akan menurun secara eksponesial ketika mencapai batas maksimal toleransi terhadap temperatur tinggi. Hal ini dikarenakan enzim-enzim yang mengakatalis reaksi-reaksi kimiawi dipengaruhi oleh temperatur (Gambar 1). Adapun efek yang terjadi ketika tumbuhan berada pada temperatur yang rendah adalah terjadinya pembekuan air dalam jaringan yang dapat mengakibatkan dormansi pada tumbuhan (Atkin &Tjoelker, 2003; Cullina, 2000).

Gambar 1. Pengaruh peningkatan suhu terhadap kinerja enzim respirasi (Atkin &Tjoelker, 2003).

Menurut Evans (2012), dampak yang terjadi akibat terjadi peningkatan temperatur antara lain terjadinya peningkatan laju fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Sedangkan pada temperatur rendah dapat menyebabkan berkurangnya penyimpanan energi serta kadar glukosa yang dapat mengakibatkan pertumbuhan menjadi berkurang (Gambar 2).

Gambar 2. Fotosintesis dan kaitannya dengan proses pertumbuhan (Atkin &Tjoelker, 2003).

Pola pertumbuhan suatu tanaman akibat perubahan temperatur memiliki rentang yang berbeda-beda, namun pada dasarnya memilki pola yang sama yakni memiliki kurva pertumbuhan berbentuk kurva S yang terdiri dari empat tahapan pertumbuhan (Gambar 3). Kurva tersebut menggambarkan bahwa pada tahap awal tidak terjadi aktivitas pada tumbuhan akibat temperatur yang rendah. Selanjutnya pada tahapan kedua terjadi peningkatan pertumbuhan seiring dengan peningkatan temperatur. Kemudian pada tahapan ketiga terjadi pertumbuhan yang linier hingga mencapai pertumbuhan optimal dan tahapan terakhir yakni yang keempat terjadi pertumbuhan yang konstan atau menurun akibat batas toleransi terhadap batas maksimal temperatur dan selanjutnya akan tejadi penghentian pertumbuhan bahkan kematian ketika melebihi ambang batas toleransi (Heidorn, 2003).

Gambar 3. Kurva S pertumbuhan akibat pengaruh temperatur (Heidorn, 2003).

Perubahan temperatur secara umum dapat mengakibatkan perubahan pada respon morfologi, respon fisiologi, dan respon molekular. Respon morfologi yang terjadi seperti adanya perubahan anatomi dan perubahan fenologi. Sementara perubahan fisiologi antara lain terjadi perubahan pada kandungan air, fotosintesis, hormonal, metabolit sekunder, akumulasi osmolit, dan terjadi perubahan termostabilits membran sel. Adapun perubahan secara molekular seperti adanya stres oksidatif, antioksidan, dan stres protein (Gelani et al., 2007).



 
Ayo, Gabung di Komunitas Biologi Indonesia!
Forum Sharing Tentang Biologi. Klik Like/Suka!

×
bloggerDiet Alami