Pantai Kili-Kili: Tempat Konservasi Penyu di Trenggalek

Pantai ini semula menjadi pembantaian penyu dan kini menjadi tempat konservasi penyu.

Pesona Terumbu Karang di Karimun Jawa

Tamana Nasional ini menyimpan keindahan bawah laut yang sangat mempesona.

Anggrek Merapi

Pasca-Erupsi Gunung Merapi mengakibatkan Anggrek endemik ini semakin langkah.

Jamur Tiram Merah

Jamur Tiram Merah ini bisa digunakan untuk obat.

Papilio blumei

Kupu-kupu ini sulit dikembangbiakan karena salah satu kendalanya adalah jenis tanaman inangnya yang spesifik.

28 Mei 2014

Bentuk Sel Telur Manusia Terekam Kamera

Tubuh manusia memiliki miliaran sel dengan berbagai bentuk dan modifikasi yang berbeda sesuai dengan peranannya dalam menunjang kegiatan biologi. Di dalam tubuh manusia, sel telur manusia merupakan sel terbesar dan sekaligus dapat dilihat dengan mata telanjang dengan ukuran sekitar 1 mm.

Seorang ahli Ginekologi, Dr Jacques Donnez berhasil merekam proses pelepasan sel telur manusia yang disebut ovulasi secara detail pada saat proses pembedahan seorang wanita yang berusia 45 tahun. Sang dokter tersebut mengatakan bahwa proses ovulasi tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 menit (Gambar 1).


sel telur manusia, sel telur, foto sel telur, gambar sel telur, foto reproduksi wanita, gambar vagina, rahim
Gambar 1. Proses ovulasi sel telur manusia.


Bagaimana Sel Telur Terbentuk?
Sel telur manusia terbentuk pada saat dimulainya proses akil baligh atau puber pada seorang wanita yang melibatkan berbagai macam hormon. Sel telur terbentuk di bagian rahim (uterus) lebih tepatnya di ovarium (ovary). Di dalam ovarium ini terdapat folikel (follicle) yang merupakan tempat pembentukan sel telur. Di dalam Gambar 1 tersebut folikel masih berwarna merah, namun pada saat siklus mentruasi warna folikel tersebut akan berubah warna sesuai dengan siklus bulanan. Untuk lebih mudah memahami posisi dimana sel telur pada wanita itu berada silahkan lihat Gambar 2.

Gambar 2. Letak ovarium pada wanita.

Di dalam gambar 2 tersebut, ovarium akan menghasilkan sel telur yang ketika dilepaskan (Gambar 2) akan menuju ke rahim (uterus) melalui tuba falopi (fallopian tube) yang berupa saluran untuk menunggu sel telur dibuahi oleh sperma.







20 Mei 2014

Peta Jalur Tubuh Manusia

Berikut adalah peta anatomi tubuh manusia yang disusun untuk memudahkan memahami teman-teman untuk belajar.

anatomi, anatomy, tubuh manusia, anatomi tubuh manusia, anatomi manusia
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR!

14 Mei 2014

Mengenal Virus MERS

virus mers CoV adalah

Setelah dunia bermasalah dengan virus SARS, Flu Burung, dan Swine Flue, sekarang dunia digemparkan dengan adanya pandemi baru yakni Virus Mers yang banyak ditemukan di Kawasan Teluk, Timur Tengah. Untuk pertama kalinya virus ini ditemukan oleh ahli Virologi, Dr. Ali Moh. Zaki pada seorang pasien pria yang berusia 60 tahun di Rumah Sakit Dr. Fakeeh, Jeddah, Saudia Arabia tanggal 20 September 2012 dan kemudian kasus kedua ditemukan di Qatar pada seorang pria yang berusia 49 tahun pada tanggal 23 September 2012 dan sejak saat itu ditemukan lebih dari 80 kasus yang berakibat fatal. Pada akhirnya terjadilah wabah MERS.


Apa Itu Virus Mers?
Virus Mers adalah sejenis virus yang masuk dalam kelompok betacoronavirus saat diidentifikasi pada bulan November 2012 ternyata memiliki hubungan kekerabatan dengan coronavirus yang terdapat pada kelelawar yakni jenis HKU4 dan HKU5. Pada akhirnya virus tersebut diberi istilah "hCoV-EMC" yang merupakan singkatan dari Human Coronavirus Erasmus Medical Center setelah diidentifikasi oleh Dr. Ron di Erasmus Medical Center. Namun pada bulan Mei 2013 istilahnya diubah menjadi Middle East respiratory syndrome (MERS) coronavirus (MERS-CoV).

Evolusi Virus Baru
Seperti kasus sebelumnya yang terjadi pada kasus Flu Burung dan Flu Babi yang mana virus berevolusi dari burung yang saya ulas di artikel "Mekanisme Infeksi Virus H1N1", maka virus MERS ini awal mula secara genetika berkerabat dengan Coronavirus pada kelelawar dari genus Tylonycteris yakni CoV HKU4 (Ty-BatCoV HKU4) dan dari kelelawar genus Pipistrellus CoV HKU5 (Pi-BatCoV HKU5) yang ada di Hongkong. Namun ada perbedaan pada reseptor yang dikenalinya dimana MERS-CoV berevolusi dengan mengubah protein pengikat reseptornya untuk mengenali dipeptidyl peptidase 4 (DPP4) sebagai reseptor fungsional. Reseptor tersebut secara spesifik dapat dijumpai di sel mamalia seperti kelelawar, unta, primata, kelinci, babi, dan domba (Gambar 1). Disamping itu karakteristik protein DPP4 juga dapat ditemukan di kucing, tikus, hamster, anjing, dan musang.

virus MERS, penyebaran MERS, unta MERS
Gambar 1.Diagram skematis potensial transmisi virus MERS Co-V (Raj et al., 2014). 


Taksonomi
MERS merupakan Genus dari Coronavirus yang masuk dalam ordo Nidovirales, famili Coronaviridae dan subfamili Coronavirinae, yang mana terdiri dari empat genera yakni Alphacoronavirus, Betacoronavirus, Deltacoronavirus dan Gammacoronavirus. Taksonomi tersebut didasarkan pada hubungan antigen dan sekuensing gen. Sementara untuk coronavirus pada manusia masuk dalam dua genera: Alphacoronavirus dan Betacoronavirus. HCoV-229E dan HCoV-NL63 masuk dalam genera Alphacoronavirus. Sementara genera Betacoronavirus terdiri dari empat jalur yakni CoV, HCoV-OC43 dan HCoV-HKU1, dan BtCoV.


Genom dan Protein MERS-CoV
Strukktur genom MERS-CoV terdiri dari 30119 nukleotida yang memiliki kemiripan dengan coronaviruses yang lainnya. Materi genetiknya berupa RNA yang memiliki penambahan gugus poli-A pada ujung 3’ mRNA (polyadenylation) dengan 2/3 genomnya mengkode protein non-struktural (NSPs = Non-Structural Proteins) yang terlibat dalam replikasi. Adapun struktur genom secara lengkap dapat diamati di Gambar 2.


genom MERS, genom virus, genom SARS, genom Coronavirus
Gambar 2. Klik gambar untuk memperbesar! Gambar tersebut merupakan perbandingan
genom dari MERS-CoV, BatCoV-HKU4, dan SARS-CoV (Yuan & Wenjie, 2013).


Mekanisme Infeksi
MERS merupakan virus RNA dengan single strand alias rantai tunggal yang dilindungi oleh pelindung khusus dengan protein S sebagai pengikatnya untuk mengenali reseptor inangya. Berdasarkan Gambar 3, protein S dari virus MERS berikatan pada reseptor DPP4 di membram plasma. Ketika reseptor tersebut mengenali inangnya, maka virus MERS akan dengan mudahnya mengalami endositosis ke dalam sel sehingga materi genetik yang berupa RNA akan ditranskripsi dan ditranslasi untuk menghasilkan genom RNA baru dan protein struktural dari virus tersebut dan selanjutnya akan dirakit (assembly) untuk membentuk virus baru (virions). Virion tersebut akhirnya dilepaskan dengan bantuan vesikel secara eksositosis dan virus akan menyerang sel inang baru untuk proses reproduksi baru.

mekanisme infeksi, mekanisme infeksi mers, infeksi mers, replikasi mers
Gambar 3. Klik gambar untuk memperbesar! Mekanisme infeksi MERS-CoV dalam sel inang (Lu et al., 2013).

09 Mei 2014

Racun Kimia Penyebab Kegemukan

perut buncit, perut gemuk, gemuk

Racun atau bahasa kerennya toksin memang tak pandang bulu, entah Anda orang kurus, gemuk, ideal, atlet, atau orang yang merasa sehat sekalipun pasti hari terpapar toksin dari udara, air, makanan, bahkan perlengkapan rumah Anda. Sesuai namanya toksin atau racun pasti akan membuat tubuh kita melemah dan berakibat ke suatu penyakit degeneratif.

Banyak yang tidak tahu ternyata toksin juga bisa menyebabkan kegemukan atau gemuk dalam arti kadar lemak dalam tubuh Anda tinggi meskipun secara fisik tubuh Anda ideal atau bahkan kurus. Toksin yang menyebabkan kegemukan dikenal dengan istilah OBESOGEN (1).  Dalam rumah, zat yang sering kita jumpai ada di kaleng makanan, botol minum bayi, perlengkapan masak, kosmetik, dan mainan anak-anak. 

Kebanyakan dari toksin tersebut mengganggu Sistem Endrokin atau dalam bahasa inggris disebut ED (Endocrine Distruptor) yang berpengaruh ke hormon tubuh kita (2). Zat kimiawi dari toksin tersebut bekerja dengan mengaktifkan reseptor estrogen yang berbahaya baik bagi pria maupun wanita. Reseptor estrogen tersebut sifatnya "liar" yang artinya mampu mengikat sel apapun dalam tubuh kita (3). Lihat Gambar 1.

Estrogen Distruptor, reseptor estrogen
Gambar 1. ED yang berikatan dengan sel secara acak (Sumber: precisionnutrition)

Obesogen tersebut mampu membuat ukuran sel lemak semakin membesar (Gambar 2). Disamping itu, obesogen tidak hanya  menyebabkan kegemukan  melainkan bisa menyebabkan cacat pada janin, gadis yang cepat puber, demaskulinasi pada pria, kanker payu dara, dan gangguan yang lain. Setidaknya ada sekitar 20 zat kimia yang dikategorikan sebagai obesogen (4), namun dalam artikel ini akan dijelaskan 5 obesogen yang sering dijumpai di rumah.

sel lemak, sel lemak membesar
Gambar 2. Proses membesarnya sel lemak.



Berikut adalah 5 contoh Obesogen yang sering dijumpai di rumah kita

1. Bisphenol-A (BPA) – Dijumpai di Botol Minun Bayi, Plastik dan Kaleng Makanan serta Dikaitkan dengan Obesitas dan Kanker

BPA merupakan zat sintetis yang sering dijumpai dalam berbagai produk seperti botol bayi, plastik makanan dan minuman. Penelitian menunjukkan bahwa BPA sangat berbahaya bagi hewan maupun manusia (5).  Struktur BPA menyerupai hormon estradiol pada wanita. Di dalam tubuh, BPA akan mengaktifkan reseptor estrogen (6).

Dari penelitian menujukkan bahwa BPA mampu menaikkan berat badan dan obesitas baik pada hewan maupun manusia (7). Disamping itu BPA juga mampu menambah jumlah sel lemak (8) serta mampu mempengaruhi resistensi insulin, penyakit pembuluh darah, diabetes, gangguan saraf, disfungsi tiroid, kanker dan malformasi pada alat kelamin (9, 10, 11, 12).

2. Phthalates – Bahan Kimia yang Banyak Dijumpai di Plastik yang Dikaitkan dengan Kegemukan Perut dan Malformasi Kelamin pada Anak Laki-laki



Phthalates digunakan untuk plastik yang fleksibel yang sering dijumpai di kemasan produk makanan, mainan, dan cat. Bahan kimia ini mudah melepas dan mengkontaminasi makanan, air bahkan udara yang kita hirup (13). 

Peneliti dari Swedia menemukan bahwa anak kecil dapat menyerap phthalate dari material plastik di lantai melalui kulit dan saluran pernafasan (14).

Phthalate memberikan kontribusi terhadap kelebihan berat badan akibat pengaruh reseptor hormon PPARs yang terlibat dalam metabolisme (15). Banyak penelitian juga menyebutkan bahwa tingginya kadar phthalate dalam tubuh akan mempengaruhi lemak perut, peningkatan lingkar pinggang, dan resistensi insulin, terutama pada pria (15, 16, 17).

3. Atrazine – Sejenis Herbisida yang Dikaitkan dengan Cacat pada Bayi, Kerusakan Mitokondria, dan Kegemukan


Atrazine merupakan herbisida yang bisa mencemari air bawah tanah. Toksin ini juga tergolong "endocrine disruptor" dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara Atrazine dengan cacat pada bayi (18).

Zat tersebut juga dapat merusak mitokondria pada hewan uji tikus serta adanya penurunan laju metabolisme dan peningkatan kegemukan pada perut (19).









4. Organotin – Bahan Kimia yang Digunakan untuk Fungisida yang Dapat Menyebabkan Penaikan Berat Badan dan Pembentukan Lemak Liver


Organotin merupakan bahan kimia buatan yang penggunaannya sangat luas dalam industri. Salah satu jenis organotin adalah tributyltin (TBT) yang digunakan sebagai fungisida dalam cat. Beberapa ilmuwan percaya bahwa tributyltin dan jenis organotin lainnya dapat memberikan kontribusi peningkatan jumlah sel lemak (20)

Terdapat juga bukti bahwa tributyltin dalam janin dapat mengirim sinyal multipotensi stem cells menjadi sel lemak  (21). Dalam sebuah uji coba dengan menggunakan tikus, pemberian tributyltin dapat menyebabkan penambahan berat badan dan kerusakan liver (22)

5. Perfluorooctanoic Acid (PFOA) – Toksin yang Dijumpai di Perlengkapan Memasak yang Dapat Menyebabkan Kanker dan Penambahan Lemak Tubuh


PFOA banyak ditemukan di peralatan dapur seperti teflon dan microwave. Hampir 98% penduduk Amerika Serikat darahnya mengandung toksin ini (23). Zat tersebut juga dapat mengganggu tiroid dan ginjal kronis (24, 25).

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa PFOA juga dapat meningkatkan insulin, leptin, dan berat badan saat usia paruh baya (26).





Bagaimana Cara Meminimalisir Efek Endocrine Distruptor Akibat Obesogen?


Berikut beberapa tips untuk mengurangi efek obesogen yang ada di sekitar kita:

  1. Makanlah makanan organik.
  2. Hindari makanan dan minuman dengan mengunakan wadah plastik.
  3. Gunakan wadah yang terbuat dari stainless steel atau alumunium sebagai pengganti plastik.
  4. Untuk bayi Anda, jangan menggunakan botol minuman susunya yang terbuat dari plastik. Gunakan berbahan gelas sebagai penggantinya.
  5. Gunakan alat masak yang terbuat dari stainless, keramik, atau logam besi
  6. Gunakan bahan kosmetik yang alami dan organik


26 Maret 2014

Menjaga Takdir Usia Melalui Telomer


Sepertinya saya memberi judul artikel ini terlalu mainstream. Seperti halnya jodoh dan rezeki, maut pun sudah ditakdirkan sama Tuhan. Namun, ada hal yang perlu kita ketahui bahwa ketiganya adalah takdir yang kita sendiri menjemputnya dengan usaha kita. Jika ingin rezeki ya bekerja, jika ingin jodoh ya dicari, jika ingin panjang umur ya dijaga kesehatannya. Jadi ceramah nih...

Oke, seperti tulisan saya sebelumnya mengenahi pengertian telomer dan sejarahnya serta formula rahasianya yang sudah saya bahas di artikel Telomer: Rahasia Keabadian Sel Tubuh, dan kali ini saya akan membahas tentang peranan dari telomer.

Klik gambar untuk memperbesar! Ujung kromosom yang baik memiliki topi kecil seperti ujung tali sepatu di bagian ujung yang disebut telomer. Setiap kali sel membelah, ukuran telomer menjadi lebih pendek, seperti tali usang. Anda perlu memperbaiki ulang ujung tali sepatu tersebut dengan enzim telomerase

Telomer berfungsi untuk menjaga agar DNA kita tidak mengalami aberasi yang berlebihan yang dibantu rekannya yakni enzim telomerase. Pentinganya agar telomer tidak memendek terlalu ekstrim, maka kita perlu yang namanya menjaga pola hidup sehat kita. Tugas kita adalah memperkuat ujung plastik tali sepatu kita yang disebut dengan telomer. Karena tiap kali membelah ujung plastik terebut rusak dan menjadi usang. Untuk memperbaikinya kita butuh yang namanya enzim telomerase agar ujung tali sepatu tersebut tetap membaik dan tidak mudah terurai alias memendek.

Banyak sekali jurnal penelitian yang saya temukan yang menyebutkan bahwa telomer pendek berkaitan dengan usia dan penyakit (Jika membutuhkan Jurnal bisa request ke saya). Berikut adalah grafis korelasi antara usia dan panjang telomer:



Sekarang kita sudah tahu bahwa usia mempengaruhi panjang telomer, namun ada juga usia masih muda namun memiliki telomer yang pendek yang dikenal dengan istilah progeria. Penderita genetis ini mengalami penuaan sebelum waktunya.

Sam Berns yang usia masih 13 tahun mengalami progeria.

Penyebab dan Akibat Telomer Memendek
Tentu saja penyebab memendeknya telomer banyak hal seperti genetis, usia, dan tentunya lingkungan. Saat ini faktor lingkungan paling mendominasi untuk memendeknya telomer seperti pola hidup tidak sehat, stress, kegemukan, merokok, dan kelebihan lemak perut. Sebagai akibat dari telomer memendek adalah selain penuaan juga memicu penyakit seperti kanker, serangan jantung, dan beberapa penyakit lain.




So, mulai saat ini mari kita jaga telomer kita dengan cara berikut:

  1. Memberikan nutrisi tubuh seperti: Vitamin B, Vitamin D, Antioksidan, Minyak Ikan, dan Resveratol.
  2. Menjaga berat badan
  3. Menjaga lemak perut
  4. Mengurangi stress
  5. Olah raga
  6. Tidak merokok

Untuk memperoleh informasi Formula Telomer, Silahkan menghubungi:
Mh. Badrut Tamam
Phone: 081332137404, 085743497216 (Indonesia)
Pin BB: 3305DCE0
Email: b_mam137@yahoo.com






 
Ayo, Gabung di Komunitas Biologi Indonesia!
Forum Sharing Tentang Biologi. Klik Like/Suka!

×
bloggerDiet Alami