Kelainan, Gangguan, dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia



Sistem saraf manusia dapat mengalami kelainan, penyakit maupun gangguan yang dapat mempengaruhi suatu kondisi kesehatan bagi yang mengalaminya. Berikut adalah rincian mengenai berbagai kondisi abnormal pada sistem saraf:
  1. Penyakit Paralisa Bell adalah penyakit yang terjadi pada otak akibat kelemahan unilateral wajah serta kelumpuhan. Penyakit ini diakibatkan oleh infeksi pada meningitis yang bermula dari infeksi dari telingga dalam. Teknologi terapi bagi penderita ini dapat menggunakan obat Orasone dan Kortikosteroid Oral. 
  2. Penyakit Alzheimer (Demensia persinelisadalah penyakit kemunduran mental (Demensia), disorientasi, gangguan bicara, dan gangguan kognitif. Penyebab penyakit ini belum diketahui dengan jelas, namun faktor yang menyebabkan penyakit ini adalah salah satunya kekurangan neurotransmiter di otak serta adanya plak beta amyloid. Penderita ini pada umumnya terjadi pada manula diatas 65 tahun. Teknologi yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit ini dengan cara terapi hiperbarik oksigen (pemberian tekanan oksigen) dengan tujuan agar oksigen di dalam otak dapat tersuplai. Penderita biasanya ditempatkan di ruang khusus sehingga dapat menghirup 100% oksigen. 
  3. Penyakit Ensefalitis adalah kondisi di mana otak mengalami infeksi serta mengalami pembengkakan otak. Penyebabnya dapat berupa virus yang dibawa oleh nyamuk atau serangga pengisap darah maupun virus gondong, HIV, herpes, dan adenovirus. Teknologi terapinya yakni dengan pemberian cairan dan elektrolit untuk menghindari dehidrasi dan pemberian antibiotik serta antivirus. 
  4. Hidrosefalus adalah kondisi cairan serebrospinal yang jumlahnya berlebihan sehingga cairan yang membasahi otak dan sumsum tulang belakang tersebut akan mengalami akumulasi di dalam ruang ventrikuler otak. Penyebab dari penyakit ini yakni adanya kelainan kerusakan aliran cairan pada serebrospinal serta kesalahan absorbsi. Teknologi terapinya dapat menggunakan dengan cara  pembedahan atau penyedotan cairan otak. 
  5. Epilepsi adalah kondisi otak yang menyebabkan penderita sensitif sehingga mengalami kejang berulang-ulang dan kejadian tersebut berlangsung mendadak yang berkaitan dengan adanya pelepasan kelistrikan saraf secara abnormal. Epilepsi dapat menyerang 1-2% populasi manusia yang diakibatkan oleh trauma kelahiran (kekurangan oksigen), infeksi meningitis, keracunan, tumor otak adan stroke. Teknologi terapi penyakit tersebut yakni dengan cara memberikan obat-obat khusus antiepilepsi seperti tegretol, dilatin, dan barbitural serta misoline. Pembedahan otak juga dapat dilakukan jika di bagian otak tersebut yang menjadi penyebab adanya epilepsi. 
  6. Penyakit Hungtington adalah penyakit genetik akibat degenarasi di bagian korteks serebral dan ganglia basal yang dapat menyebabkan gerakan-gerakan tidak sengaja, kemunduran mental dan demensia. Teknologi terapi penyakit ini belum ditemukan, selama ini hanya dapat diberikan obat penenang untuk membantu penderita dapat mengendalikan gerakan-gerakan kornea mata. 
  7. Radang Tulang belakang (Mielitis), suatu kondisi dimana tulang belakang meradang dikarenakan infeksi poliomyelitis, salah satu contoh bentuk infeksi pada tulang belakang pada bagian kelabu, sehingga saraf motorik tak dapat berfungsi. Sedangkan, apabila yang diserang bagian yang putih maka saraf sensorik tidak akan berfungsi. Teknologi terapinya dengan menggunakan terapi kortikostreroid.
  8. Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit progresif yang diakibatkan oleh kerusakan selubung saraf (mielin) di sel-sel putih otak dan sumsum tulang belakang. Ciri-ciri penyakit ini antara lain gangguan motork, menurunnya kemampuan kognitif, gangguan mental, dan cara bicara yang tidak jelas. Penyebab penyakit antara lain akibat infeksi virus Epstein-Barr dan autoimun.  Teknologi terapi yang dapat dilakukan yakni dengan pemberian obat yang mampu mengurangi gangguan neurologis dengan memberikan obat seperti orasone, ACTH (corticotropin), dan decadron.
  9. Meningitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada selaput pembungkus otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti  Haemophilus influenzae, Streptococcus pneumoniaeListeria monocytogenes, dan Neisseria meningitidis. Salah satu teknologi terapinya dengan cara pemberian terapi antibiotik. Bagi penderita yang memiliki alergi dengan antibiotik dapat menggunakan glikosida cardiak. 
  10. Neuritis adalah iritasi pada neuron yang diakibatkan oleh infeksi, kurang vitamin, keracunan (seperti keracunan gas karbon monoksida dan logam berat), serta karena obat-obatan tertentu.
  11. Penyakit Parkinson adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerapuhan pada otot secara progresif, kehilangan gerakan sadar (akinesia) serta mengalami tremor yang tidak sengaja. Penyakit ini diduga oleh rendahnya neurotransmiter dan dopamine. Teknologi terapi penyakit ini yakni dengan menganti dopamine dengan laropoda.
  12. Gegar Otak adalah kondisi akibat benturan mekanis seperti kecelakaan pada otak sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. 

Bagikan Ilmu